Wednesday, August 08, 2012

Financial Literacy Survey

Kemarin Professor saya telepon. Dia lagi bikin riset tentang financial literacy dan behavioral finance, dan ada survey pilihan ganda (dua opsi setiap pertanyaan) dan dua pertanyaan tentang investment budgeting dimana kita bisa memilih berapa yang diinvestasikan untuk mendapat return paling besar.

Di tiap pertanyaan, ada tingkat keyakinan yang dijawab berdasar keyakinan si penjawab apakah jawabannya benar atau tidak. Range tingkat keyakinannya dari 50 hingga 100. Di 2 pertanyaan akhir, saya diminta meng-assess kemampuan saya sendiri dan menentukan pilihan sesuai tingkat assessment saya sendiri. Di akhir bagian, saya ditanya dari 20 pertanyaan, kira-kira di jumlah berapa saya yakin benar. range-nya dari 0-12, 13-14, dan seterusnya.

Surveynya online, dan keseluruhan survey menghabiskan 15-20 menit. Terus harus diselesaikan sekali duduk, dan dilarang melihat sumber informasi lain (ga boleh googling). Saya sebenarnya lagi di kantor - lagi kerja ceritanya. Surveynya ditujukan untuk finance, management, accounting, consulting professional dari berabagai latar suku bangsa. Tadinya saya males, tapi mengingat pak professor ini ngasih nilai A, maka oke lah, hehe...

Saya pernah ngerjain financial literacy survey, untuk orang awam, surveynya Annamaria Lusardi, ekonom Amerika Serikat. Pertanyaannya relatif mudah. yang paling advance sepertinya ini: kalau interest rate naik, bond's yield (atau price ya?) naik atau turun? Udah. Yang lainnya biasa.

Tapi survey kemarin, wah, lumayan complicated. Mungkin karena ditujukan untuk professional yang seharusnya tau tentang hal-hal finance tersebut. Saya jadi bertanya-tanya kok diambil sebagai sampel, hehe.. mungkin karena saya graduate student dan wakil dari Asia.tapi ya beres juga, wong tinggal jawab aja kok.

Saya kira ada caveat dari survey semacam ini - dan mungkin juga udah diperhitungkan sama pembuatnya sih. Para professional yang jadi responden most likely tau tentang financial literacy survey dan behavioral finance. Saya bisa nebak ini survey tentang confidence - dan hasil survey-survey terdahulu dari Kahneman dkk bilang orang cenderung overconfidence akan kemampuannya, padahal hasilnya nggak. Mungkin nanti salah satu temuan survey itu: rata-rata tebakam para professional  tentang jawabannya yang betul lebih banyak dibanding jawaban dia yang betul sebenarnya. Untuk pertanyaan terakhir, misalnya, seorang professional menebak dia betul 18 dari 20 pertanyaan, padahal hasil dia cuma bilang bener 16. nah, itu tanda overconfidence. Artinya apa? Kalau saya investasi ke fund manager yang overconfidence, misalnya, saya akan hati-hati - bsa-bisa hasil yang dia tunjukan ga sebaik yang dia percaya dia bisa. Underperformance relative to your own belief. Dibegoin diri sendiri, hihi..

Nah, sadar akan hal itu, bisa aja si responden men-downplay ekspektasinya. Karena dia tau toh, most of people are overconfidence, and maybe me too.. So I'm not so sure about this, and I'll put lower number. Belum lagi ada perasaan untuk membuktikan bahwa "no, I'm not overconfidence. I know the trick of this survey". Jadi, pengetahuan dia tentang behavioral finance, mempengaruhi cara jawab dia ke surveynya. Dan saya pikir, buat yang belajar finance sekarang, riset behavioral finance itu udah jadi pengetahuan umum dan ga aneh lagi.

Dan exactly itu yang saya lakukan. Untuk tingkat keyakinan, saya pilih 50 persen semua. Peduli amat dengan tingkat keyakinan kita akan suatu jawaban, lagian mengkuantifikasi keyakinan kita juga susah (apa bedanya yakin 75% dengan 80%? susah), peluang kita untuk bener dari 2 opsi yang tersedia ya 50 persen. I'm just being rational. Untuk jumlah yang bener dari 20 pertanyaan, saya sebenernya agak yakin bisa bener lah 15-16 pertanyaan, tapi saya sadar mungkin saya overconfidence - jadi saya pilih 13-14.

Setelah selesai, saya kirim email ke professor saya, dan bilang bahwa surprisingly pertanyaannya susah dari financial literacy survey sebelumnya. Dia bales dan bilang, judging from correct number, you are underconfident. I'm a pessimist?

Nah lho. Kenapa? Ya karena saya lumayan tau tentang behavioral finance - dan ini bukan hal hebat, soalnya begitu juga para professional lain. Terus pertanyaannya, apakah dengan fakta saya tau ini, bikin survey atau risetnya ga valid?

Hmm.. rasanya nggak. Malah menarik kalau ternyata para professional itu ga kena overconfidence trap. Dan saya cuma satu responden. Dengan banyak responden tentunya akan cancel each other and average out.

Jawaban yang benernya belum keluar, dan hasil risetnya juga belum. Seru juga nih nunggu updatenya.

No comments:

Post a Comment