Friday, October 14, 2011

I Like Your President

Saya harus mengingat-ingat ini: hal terakhir yang bisa anda bicarakan dengan orang dari negara lain adalah tentang politik, terutama politik negara orang tersebut. Bahkan ketika anda memulai pembicaraan tentang politik untuk memuji.

Waktu minggu perkenalan, di acara barbeque, saya ketemu teman dari Brazil. Kenalan, ngobrol-ngobrol tentang latar belakang.. Ketika sudah beberapa lama, dia mulai menceritakan situasi di Brazil. Trying to be nice, saya bilang "I like your ex-president Lula". Dia melihat saya dengan pandangan heran. "Really? I don't like him"

Saya teruskan, ya, saya dengar beberapa kabar bagus dari Lula. Tentang dia yang bikin perumahan gratis. Subsidi untuk warga miskin. Tentang pertumbuhan ekonomi Brazil. Dia kemudian cerita, Lula populer di kalangan tertentu. Sebagai left wing politician, basis massanya memang rakyat kecil. Dan banyak yang nggak suka Lula (termasuk mungkin dia). Saya: oh, ok. Ganti topik yuuukkk...

Terus saya ketemu orang Chile, teman diskusi kelompok saya. Saya nggak tau lagi ngomongin apa, tiba-tiba saya teringat presiden Chile. Presiden Chile yang itu tuh, yang pernah jadi pelajaran tentang leadership dalam menangani krisis, sewaktu pekerja tambang Chile terjebak di lokasi tambangnya di bawah tanah. Saya kira saya harus memuji: I admire your president. Dia lagi-lagi heran.

"Saya nggak suka", kata dia. "Dia itu pengusaha kaya, dan punya banyak team PR", ketika saya tanya kenapa banyak sekali berita baik tentang Chile. "Dia juga kurang kharismatik. Effective manager, but not a leader. Orang Amerika Latin lebih suka pemimpin yang kharismatik". Oh, ok. Abis itu kita ngomongin tugas lagi.. ;p

Saya juga ngobrol dengan orang Jepang, dan saya bilang saya terkesan dengan budaya Jepang yang beda sekali dengan negara lain ketika politisinya merasa salah. Iya kan? Anda juga pasti terkesan. Politisi Jepang tidak ragu mundur ketika merasa salah. Tanggapan dia dingin-dingin aja. "I don't like politician". Wkwkwk. Saya diem aja sambil nyomot california roll sushi masakan dia. (Dan dia sangat antusias ketika saya bilang suka sushi. Topik makanan lebih enak kayaknya, hehe..).

Ini yang lebih parah. Saya, orang Jepang, dan orang Chile di atas lagi diskusi tentang tugas. Anggota kelompok kami lainnya orang Turki. Lagi-lagi blunder. Saya bilang saya terkesan dengan Turki di bawah kepemimpinan Erdogan. Reaksi dia? "I joined protest against him in Turkey", wkwkwkwk... Ini kayak ada orang non Indonesia tahun 1998 bilang ke orang Indonesia bahwa dia suka Suharto!

Lebih jelek lagi, saya teruskan pembicaraan. Lho, kenapa? Turki maju kan sejak Erdogan? (Lihat statistik, pemerintahan AKP memang banyak dipuji, termasuk oleh masyarakat internasional). "Darimana kamu dengar itu?", kata dia. Beberapa artikel, dari Project Syndicate salah satunya. Project Syndicate itu kumpulan artikel dari world-class intellectuals, jadi bisa jadi sumber yang cukup netral, saya pikir. Nah dia menjelaskan tentang "manipulasi statistik" pemerintahnya. Saya cuma "ooh", dan berhenti disitu.

Reaksi orang Jepang dan orang Chile di meja yang sama: "why do you always like politician we don't like?" wkakakak..

2 comments:

  1. Luke, ada ngga yang suka sama SBY?

    ReplyDelete
  2. Ane gak ngomongin om, maluuu ah ngomongin sby, hehe... ;p , jadi ga tau tuh kesan mereka (kayaknya mereka jg gak kenal presiden kita ;p)

    ReplyDelete