Tuesday, August 28, 2007

Penguasa Pikiran

Anda suka X-MEN? Menurut Anda, siapa tokoh paling kuat di dunia X-MEN?

Apakah Wolverine, pemilik kuku adamantium yang sel-selnya bisa meregenerasi dirinya sendiri? Atau Cyclops dengan optic blast-nya? Rogue yang dapat menyakitkan jika disentuh? Mystique yang mampu mengubah-ubah tampilan? Atau Magneto si pengendali segala macam logam?

Kreator X-MEN rupanya ingin mengajarkan satu hal: kekuatan terbesar tak harus berbentuk serba fisikal dan tangible. Kekuatan terbesar di X-MEN adalah pikiran. Karena itu, Prof. Xavier adalah orang yang terkuat di dunia X-MEN. Ia bisa terluka jika diserang, tak bisa terbang atau mengeluarkan api atau mengendalikan cuaca atau menghilang, tapi ia mengetahui, dan mengendalikan pikiran. Jadi, bukan senjata nuklir yang sangat powerful, tapi pikiran yang mampu menciptakan senjata itu. Bukan AK-47 yang mengerikan, tapi pikiran Kalashnikov yang hebat mampu menciptakannya. Tentu saja untuk menjadi nyata pikiran tadi harus terejawantah dalam entitas fisik, tapi tetap saja pada mulanya adalah pikiran.

Konon, Jean Grey memiliki kekuatan pikiran yang lebih superior dibanding Xavier sekalipun. Namun mengapa ia tak menjadi yang terkuat, dan malahan tewas? Xavier mampu mengendalikan pikirannya, sementara Jean tidak. Satu hal lagi dari X-MEN: Kekuatan paling kuat adalah pikiran yang bisa jadi nyata, dan dapat dikendalikan. Percuma punya pikiran yang bervisi jauh ke depan, tetapi tak terkendalikan, sehingga lebih mirip khayalan...

Sekarang pertanyaan berikutnya: diantara kemampuan-kemampuan pikiran, mana yang paling berbahaya? Xavier bisa melacak posisi orang lain, mengetahui pikiran orang lain, bisa mengendalikan pikiran orang, bisa membuat orang lain takluk pada kemauannya. Mana yang paling mengancam?

Mengendalikan pikiran orang lain, kita akan bilang. Percuma Anda punya senjata sekuat apapun, tapi ketika berhadapan takluk dan urung menyerang.

Ternyata para kreator X-MEN (dalam cerita ini, terutama Brian Michael Bendis) berbeda pendapat. Perkenalkan Scarlet Witch, putri dari Erik Magnus aka Magneto, yang dengan pikirannya mampu mengubah (alter) realita.

Dalam House of M, serial komik 8 seri X-MEN dan the Avengers, Scarlet Witch mengubah realita semua dunia marvel. Manusia tiba-tiba menjadi minoritas dan kaum pemberontak, negeri para mutan tegak berdiri dipimpin oleh Erik Magnus. Spiderman menikah dengan Gwen Stacy dan punya anak, Paman Ben tidak mati dan mereka semua bahagia. Wolverine punya affair dengan Mystique dan mengetahui seluruh asal usulnya, yang selalu menjadi obsesi hidupnya. Semua mutan bahagia, tapi manusia tidak. Tapi peduli amat, manusia yang diubah realitanya toh tidak sadar, atau malah tidak diikutkan dalam cerita. House of M ini mirip cerita Matrix, dimana The Machine mencipta semua ‘dunia’ dari tiap manusia yang dilahirkan dan malah manusia menjadi energi, sementara tak ada manusia yang sadar (kecuali para pemberontak, Neo dan kawan-kawan).

Sederhananya, Scarlet Witch adalah TUHAN dalam dunia itu. Namun ia tuhan yang lemah, yang fragile, yang bukan Tuhan. Tak semua orang bisa diubah realita dalam pikirannya. Seorang perempuan kecil dan Wolverine bertahan dengan realita semula (realita sebenarnya?).

Nah, bagaimana jika Scarlet Witch mampu menjadi tuhan yang baik? Tuhan yang benar-benar Tuhan, seperti Tuhan kita semua? Praktis, dia adalah Tuhan setuhan-tuhannya (Terlalu banyak kata Tuhan ditulis disini...).

Seperti yang pernah ditulis (dengan sangat baik dan panjang!) disini, bagaimana jika Tuhan kita, yang tentu saja bukan Scarlet Witch, sebenarnya melakukan reality altering pada apa yang sekarang kita sebut ‘dunia’ sekarang ini? Wah, Anda punya harta seberapapun, istri secantik apapun, kekuasaan sebesar apapun, menjadi nothing. Saat kenyataan tersingkap, semua jadi tak berarti.

Bagaimana jika kenyataan sebenarnya itu disingkap, ketika kita, misalnya, telah dikumpulkan di akhirat, di padang mahsyar, atau di alam kubur? Saya bayangkan, kalau kita melakukan hal-hal yang sia-sia sekarang di sebuah dunia ilusi Tuhan, tentu saja kita akan serta merta merasa bodoh dan menyesal. Atau merasa bersyukur dan gembira, karena yang kita lakukan sebelumnya adalah kebaikan.

Ah, gagasan Tuhan seperti mutan sempurna yang melakukan reality altering kan spekulatif? Apa pula referensinya, House of M dan the Matrix? Hahaha.

Namun, tak ada ruginya berbuat kebaikan.

Wallahu a’lam bis showaab.
Sebagai peringatan untuk diri sendiri.

8 comments:

  1. Cara mengantarkan cerita menuju kesimpulan akhirnya menarik...

    ReplyDelete
  2. Ulasan yang menarik. Tidak tahu bagaimana mahu saya tambah :)

    ReplyDelete
  3. Anonymous9:38 AM

    ia, bagus ... ^_^

    ReplyDelete
  4. dan itu ada di list SSID Access Point di BTS saya :D

    ReplyDelete
  5. udah lama pengen komentar tapi gak sempat.

    benar sekali luck. kekuatan pikiran lebih dahsyat ketimbang fisik.

    makanya kalau petinju mau bertanding, mereka psy-war dulu. ya nggak sih...

    ReplyDelete
  6. hihi,bawa-bawa x-men segala, ujung2nya kaya mau bilang kalau kekuatan terbesar yang Allh swt. berikan kepada manusia adalah kemampuan berpikir..kemampuan memilih..masalah realisasinya, itu tergantung tipe manusianya.
    salut, posting menarik, fresh..
    =)

    ReplyDelete
  7. Anonymous4:10 PM

    Boleh nambahin sesuatu?

    Soal kekuatan pikiran, saya baru belajar satu hal akhir-akhir ini: kalau kita berfikir positif, maka hal-hal positif akan terjadi pada kita. Jadi kekuatan fikiran emang kuat banget mempengaruhi kehidupan kita *mengulang kata: kuat*.

    ReplyDelete
  8. Which God? God with capital G, or god with small g?

    ReplyDelete