Tuesday, March 13, 2007

Potret Pemuda Idola

Belakangan ini postingan saya sangat personal. Kali ini tidak. Mari membahas lagi hal-hal selain tentang Lucky di luar sana.

Banyak dari anda mungkin akan merasa hal yang akan saya bahas ini tidak penting. Tak apalah. Yang penting saya senang dan merasa ini merupakan topik menarik.

Mari bicara tentang “potret pemuda idola”. Bagaimana? Tentu saja “idola” itu merupakan sebuah kesepakatan umum. Lalu bagaimana? Dari survey, gitu? Tidak, terlalu merepotkan. Karena ini tulisan yang tidak berpretensi untuk ilmiah, mari kita lihat (lagi-lagi) dari pop culture, ditambah dengan generalisasi kasar dan sangat brutal.

Mari kita lihat dari film-film Indonesia. Lingkupnya tentu saja Indonesia, dengan lingkup waktu (lagi-lagi menggunakan pembagian seenaknya) per dekade, dari 70-80-90-00-an. Jangan lupa, generalisasi yang digunakan akan sangat brutal. Namun tetap arguable.

Pemuda yang jadi idola adalah pemuda pecinta yang populer lewat film-film di zamannya. Itu tesis utamanya. Dari identifikasi peran yang dimainkan di film favorit, mari kita lihat seperti apa sih karakteristik pemuda idola itu.

(btw, saya merasa judulnya bikin ilfeel. “Pemuda idola”…halah…tak apalah. Saya tak menemukan kata-kata lain yang lebih bagus).

Tahun 70-an, zaman ibu-bapak saya muda, yang jadi potret pemuda idolanya adalah Roy Marten. Asli deh, menurut cerita yang saya dengar dan banyaknya film Roy Marten saat itu, saya mendapat gambaran bahwa dia itu bener-bener idola sejati! Nah, emang gimana karakter yang biasa dimainkan Roy di film-filmnya zaman dulu? Karena film juga representasi selera populer masyarakat, maka ini pula yang dianggap potret yang harus dicontoh oleh para pacar gadis-gadis zaman itu. Jadi gimana?

Kalau diingat-ingat lagi, citra Roy dulu itu seorang playboy…Pria ganteng, womanizer sejati, pecicilan, dengan kata-kata indah yang sekarang sih gombal banget. Biasanya nih playboy hinggap dulu di beragam bunga, sebelum ketemu dengan perempuan yang dia benar-benar cinta, dan akhirnya nih playboy takluk. Kata-kata indah, tampang ganteng dan necis: sangat penting (dulu).

Mari beranjak ke tahun 1980-an. Siapa? Tahun 70-an ada Roy, tahun 80-an hingga 90-an awal adalah masanya…si Boy. Film “Catatan si Boy” benar-benar fenomenal: ada 5 (!) seri, syutingnya di luar negeri dan sangat mewah, serta ditonton banyak orang (untuk ukuran zamannya). Emang gimana sih mas Boy ini? Mari dengarkan original soundtrack-nya dari Ikang Fawzi: Baik hati dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar, oh Boy! Kedengeran seperti Pramuka? Apa boleh buat, memang liriknya seperti itu, dan dalam film-filmnya juga dicitrakan Boy memang seperti yang dinyanyikan. Ia baik hati, kaya, tapi masih mau bergaul dengan siapa saja (tidak sombong). Jagoan pula: suka ada adegan berantemnya, dengan preman-preman atau orang jahat. Mas Boy ini dikeroyok, tapi tetap menang! Jagoan deh. Terus pintar, kuliahnya di luar negeri (kalau tidak salah di UCLA). Tambahan lagi, Boy ini biar kaya, ganteng, pintar, tapi lumayan religius: di kaca spion mobilnya selalu tergantung tasbih dan ditunjukkan stiker ALLAH-Muhammad… Kali ini senjata Boy bukan lagi tampang ganteng dan kata-kata indah, tapi sikap yang gentleman, baik hati dan tidak sombong…

Tahun 1990-an tengah…Rasanya tak ada figur yang jadi idola. Iya lah, saat itu film Indonesia dipenuhi kata-kata “ranjang”, “sex”, “gairah”, dan lain-lain. Film-film dewasa, dengan pemeran pria yang asal ada (dalam film begituan, yang penting itu aktrisnya kan?).

Nah, maraknya film Indonesia juga memulai citraan baru tentang pemuda idola. Rangga di Ada Apa dengan Cinta?, terus peran-peran yang dimainkan Samuel Rizal. Agak beda dengan idola-idola zaman dulu yang gaul, supel, terus agak-agak playboy, idola zaman 90 akhir-2000-an ini bukan tipe cowok yang asyik. Tipe-nya itu cool, agak freak, tapi tetap ngganteng, sehingga bisa tetap jadi idola dan tidak memalukan disandingkan dengan Shandy Aulia atau Dian Sastro. Rata-rata para idola baru ini tidak banyak omong (minimal pada awalnya). Tidak banyak juga mengumbar kata cinta. Jika mengumbar pun, akan keliatan groginya. Tipe pria yang agak susah mengucapkan dan tak mengobral kata-kata cinta, tapi ketika mencinta itu serius sekaleee…

Karena saya juga hidup di zaman mereka jadi idola, jadi saya bisa merasakan semangat yang ada. Buat para cewek jelas: klepak-klepek…Aduh, ganteng ya…Cool banget! Buat para cowok: benci. Dianggap banci (padahal hanya manifestasi rasa iri…hehehehe). Reaksi setiap cewek pada tiap zaman terhadap para idola ini mungkin sama: cinta! Saya tidak tahu reaksi cowok pada zaman masing-masing, tapi zaman ini saya tak pernah ketemu pria yang mengidolakan Samuel Rizal atau Nicholas Saputra…yang ada mencibir. Biasalah, iri tanda tak mampu.

Bagaimana figur idola selanjutnya? Entahlah. Kemarin saya nonton Badai Pasti Berlalu, dan citraan Leo yang ingin ditampilkan juga lebih 1990-an, daripada om Roy di film pertamanya. Sekarang gak terlalu pecicilan, dan agak-agak cool. Jadi pergeseran citraannya ke idola selanjutnya masih belum kelihatan. Oh iya, denger-denger Ayat-Ayat Cinta akan difilmkan. Kita lihat apakah figur Fahri, protagonis pria dalam kisah itu, bisa menjadi potret idola baru.

Kalau iya, kabar baik buat para pria. Poligami bisa direstui para wanita (asal anda sekualitas dengan Fahri…=p).

13 komentar:

  1. Lucu, Luck..postingannya!

    Hipotesisku mengatakan: Gaya menulis dan tema di satu blog yg sering kita buka akan menular pada blog kita sendiri. Makanya, aku yakin soal tema personal akhirnya mewabah dan menjalar.

    Soal idola..I know this will be look silly..Tapi kalo menurut sayah yg kayanya jd idola (ini menurut saya lho..bukan idola saya..Pembenaran juga:D):
    1. jamie aditya--> kocak,cerdas, gayanya asik
    2. kobe bryant --> kurang lebih sama
    3. evan sanders (males banget ga siii..=))..)-->soalnya sering meranin peran baik hati dan plegmatis, serta agak menderita dalam mencintai wanita

    ReplyDelete
  2. evan sanders? please dong...
    buat jamie dan kobe, iya sih, tapi kayknya itu idola 5 tahun yg lalu...Dari idola-nya ketauan umurnya, hehehehe, no offense.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Bukan..bukan soal usia ini Luck..
    tapi standar gw aja yg tinggi dan...
    karakter gw yg ga mudah pindah ke lain hati/selera..B-)

    Satu lagi! dari selera gw yg agak retro itu, terbukti kan bhw di era kekinian gw udah tdk mengamati "kecakepan/kegantengan". Brain and heart. Itu dulu

    ReplyDelete
  5. Kalo bener A2C di movie kan, yang meranin jadi Fahri nya siapa ya? Kayaknya AA Gym cocok. ;))

    Tahun 90an? Bukannya Rano Karno sewaktu jadi si Doel? :))

    ReplyDelete
  6. kok ra ono potrek'e / potone

    ReplyDelete
  7. kalo cewenya dian sastro, gw mau dipoliandri..
    hehehehhe

    ReplyDelete
  8. komentar yang ga bermutu dan tidak nyambung barusan itu, hehehehe

    tapi kalo jadi fahri dan ngepoligami 4 cewe yang ngasih rekening 30 milyar semua, walh walah...tobat dahhh =)

    ReplyDelete
  9. Saya sendiri sudah dapat bocoran aktor sama aktris-nya A2C. Rata-rata new comers semua yang sudah punya nama seperti Catherine Catwright, dkk. Jujur, di lingkup teman-teman sastrawan/wati (he2x kebetulan saya ikut nimbrung) yang saya kenal komentarnya seragam: akhlak asli aktor-aktris akan memberikan kredit negatif terhadap film ini. Imajinasi penonton akan mati... Kalo gitu humm berat nih ngomongnya: mending saya saja yang memerankan Fahri bin Abdullah, he2x..

    ReplyDelete
  10. Pemuda idola??
    Roger Federer!!!
    nomer satu di dunia, have good personality, mapan, ganteng, setia,dan yang paling penting...
    exist in a real world!

    what more can u ask??
    hehehehe...

    ReplyDelete
  11. @ warastuti: kata temen2 gw (ygcewe) mereka bertiga ituh ganteng kok...=p
    @ donny: si doel mah sinetron...lingkup kajiannya (halah!) cuma film indonesia
    @ pelawat: males ah...masak masang foto roy marten, onky alexander ama nicolas saputra? hiii....
    @ benx: gw ga mau ah dipoliandri ama dian sastro. gw yakin dia ga bisa adil (pasti berat ke gw,hahahaha)
    @ k galuh: catherine cartwright teh saha? rianti cartwright kaleee...iya kak galuh aja yg maen, hehehe. ayo ka galuhhh....(dengan nada khas, hehehe. sorry kalo roaming)
    @ vetri: bukannya dia dah punya pasangan ya? wah mba vetri nih sukanya ama yg punya pasangan aja, hehehehe

    ReplyDelete
  12. ya maksudnya rianti. kalo catherine ya catherine wilson. ketukar2.

    ReplyDelete
  13. 90-an kan gk ada film yang 'OK', jadi diwakili sama sinetron aja deh...;))

    ReplyDelete