Saturday, February 03, 2007

Tentang TA saya

Kalau tidak ada aral melintang (dan dosen menghadang, hehehe…) insya Allah Selasa 6 Februari nanti saya akan sidang sarjana. Doakan ya, teman-teman…Dalam rangka itu, saya mau cerita sedikit tentang Tugas Akhir saya. Makasih buat temen-temen yag udah ngedukung dan ngebantu. Buat Jocky yang menguji data, juga Mona untuk uji data dan lampiran. Makasih!

Nah, sekarang saya mau rada mirip mahasiswa TI dikit. Saya mau cerita tentang TA saya. Judulnya “Perancangan Sistem Produksi Just-In-Time: Studi kasus di lini produksi disc brake PT. Tri Dharma Wisesa”. Yang saya buat itu mulai dari alokasi MPS ke stasiun kerja, rancangan aliran material dan informasi dengan kanban, jumlah kanban di lini produksi dan kanban supplier, sampai dengan penjadwalan produksi dengan mixed scheduling. Terus saya buat algoritma perencanaan sistem produksi Just in time, sama algoritma distribusi beban kerja pada 3 stasiun kerja paralel dengan kemampuan proses dan cycle time bervariasi.

Anak-anak TI yang baik mulai dari tingkat 2 juga pasti udah sangat familiar ama istilah-istilah itu. Saya juga, hanya saya emang baru familiar dengan istilah-istilah itu pas ngerjain TA…hehehehe. Agak telat sih, tapi bukankah “better late than never”?

Just-In-Time itu sering disangka sama dengan Toyota Production System. Nama populernya kali ya? Tapi sebenernya nggak. TPS itu sistem manufaktur terpadu, dengan Just-In-Time sebagai salah satu pilarnya. Pilar lainnya adalah “jidoka”, alias autonomation (bukan otomation!). Di house of TPS juga ada 5 S (Seiri, seiton, dll), andon (visual display), heijunka (mixed scheduling, atau levelling), TQM, dan lain-lain.

Untuk introduksi populer dan baik tentang ini, silakan baca toyota way. Bagus tuh.

TPS sebenernya adalah respon Jepang dikarenakan keterbatasan-keterbatasannya. Jadi, dulu tahun 1930, generasi ketiga Toyoda (Kiichiro) berangkat ke Amerika untuk melihat mass production-nya Ford. Kalau kamu suka maen Civilization, pasti kenal dengan mass production.Mass production, bersamaan dengan management science, adalah penanda abad industri yang telah berubah. Dengan mass production, conveyance system, terus scientific management-nya Frederick Taylor, seluruh keberjalanan industri berubah. Produk-produk dapat diproduksi dengan jumlah ekstensif, jauh lebih murah, dan relatif lebih cepat. Frederick Taylor sering diklaim sebagai bapak pendiri TI, meskipun ia juga sering disebut bapaknya ilmu manajemen modern. Entah, sebenernya dia bapak siapa…

Waktu Toyoda berangkat ke Amerika, dia benar-benar terpesona dengan produksi Ford. Conveyance system-nya diterapkan di Jepang, meskipun dengan banyak keterbatasan. Itu terjadi sekitar tahun 1930-an. Terus, seperti kita tahu, Jepang hancur lebur gara-gara di bom. Juga perusahaan-perusahaannya, termasuk Toyota. Tahun 1950, Toyoda (kali ini Eiji, generasi keempat) ke Amerika lagi berkunjung ke pabrik Ford. Eh, dia kaget, kok tahun 1930 ama tahun 1950 sama aja? Tapi tetep masih lebih baik dibanding Toyota sih…Makanya dia menugaskan plant manager-nya, Taichi Ohno, untuk membuat sistem produksi yang bisa menyaingi, atau bahkan mengalahkan Ford.

Jreng, jreng…maka berangkatlah Ohno, yang pertama kali mengkonsepkan TPS sebagai sebuah sistem lengkap, ke Amerika. Ia melihat pabrik Ford, masih terpesona, tapi menemukan hal-hal yang tak dapat diterapkan di Jepang. Sistem Ford itu terlalu massal, butuh banyak tempat untuk menyimpan persediaan bahan mentah dan barang jadinya. Padahal, tanah di Jepang mahal, dan terbatas. Dengan tingkat produksi sekaligus banyak seperti Ford juga, Ohno tahu bahwa pasar Jepang tak akan mampu menyerapnya. Jadi gimana nih? Bos minta Ohno bikin sistem buat nyaingin Ford, sementara sistemnya sendiri tidak implementable di Jepang.

Tapi maklumlah, Ohno itu sarjana Teknik Industri yang konon cerdas-cerdas (hehehe…). Suatu saat dia ke supermarket Amerika dan lagi-lagi terpesona dengan begitu efisiennya supermarket disana. Barang-barang hanya dipajang sesuai dengan yang mampu dibeli konsumen, lalu bila kosong, baru diisi lagi. Kenapa gak menerapkan ini di pabrik manufaktur?

Sistem Ford sekarang biasa disebut Push System. Kita merencanakan, terus memulai dari paling belakang sesuai perencanaan, dan didorong terus ke depan. Jadi, akan tersedia banyak persediaan barang pada sistem ini. Sementara Ohno merevolusi sistem ini. Seharusnya, proses setelah suatu proses tertentu itu dianggap sebagai pelanggan, yang menarik produk kita. Jadi, buatlah produk sesuai dengan rate ‘tarikan’ atau kebutuhan pelanggan. Kalo ga ada, ya ga usah. Ngapain ngebuat banyak persediaan?

Karenanya disebut: Just-In-Time. Tepat pada waktunya. Kira-kira sama lah dengan waktu gw menyelesaikan TA ini, just-in-time alias in the deadline…hehehe.

Tapi TPS bukan hanya Just- In-Time aja. Juga bukan temuan Ohno aja. Tapi banyak teknik lain untuk mencapai operational excellency itu. Ada 5S, atau 5R dalam bahasa Indonesia. Ada andon, heijunka, TQM atau built-in-quality, dll. Silakan melakukan pencarian Wikipedia dengan keyword Toyota Production System untuk lebih jelasnya…

Dengan TPS, Toyota sekarang menjadi produsen mobil no 1 di dunia. Perusahaan dengan tingkat profit yang paling besar dibanding perusahaan manufaktur mobil lain. Yang menarik lagi, Toyota tidak pelit mengajarkan TPS ini ke mitra-mitra suppliernya atau ke dunia. Kenapa? Karena memang toyota berkepentingan untuk mengajarkan TPS ini, terutama ke supplier. Just-in-time, dengan sistem kanban-nya, mengisyaratkan pengertian dan kesediaan supplier untuk juga menerapkan kanban, supaya aliran material lebih lancar. Makanya Toyota juga gak ngerasa perlu pelit membagi ilmu. Ini juga perbedaan gaya manajemen Jepang dan Amerika. Manajemen Jepang lebih ‘asia’, lebih komunal, lebih menekankan tim dan kerja sama.

Balik lagi ke TA saya…aduh, apa ya? Saya lebih seneng baca sejarah dan kisah-kisahnya sih…pokoknya begitu deh, saya merancang sistem produksi JIT di pabrik yang sebelumnya make push system, mulai dari distribusi MPS sampai penjadwalan, dengan kanban yang digunakan di bagian produksi juga di supplier. Yang lain-lainnya teknis dan tidak terlalu menyenangkan ;-p.

Begitulah.
*akhirnya memang sedikit sekali menyentuh tentang TA-nya…*

4 comments:

  1. Lucky..Lucky...
    Gudlak ya sidangnya...
    Maaf gak bisa liat, karena gw juga udah harus memulai apa yang akan lo presentasikan di sidang itu..
    Gw harus ke tempat TA gw hari itu..
    Pokoknya gudlak, tetap tenang, dan jangan lupa do'a..
    Pokoknya triple A.
    Akhirnya selesai juga kuliah di TI.. Kalo gak salah, dulu lo pernah bilang gak suka TI. Sekarang setelah hampir lulus, masih gak suka TI?
    Kabarin hasilnya ya..

    ReplyDelete
  2. tony prima11:10 AM

    Alhamdulillah luk..
    Gak rugi gw ke rumah elu di cirebon bwt nyemangatin hehehehe..

    Btw, ntar kita crita2 lah ya..Apa beda di tempat lu ama di tempat gw. Sebab di sini ada lead time pengiriman 2-4 minggu. Gimana mau nge-pull kalo kayak gitu hehehe.. Forecast aja susah.

    Apalg kalo bulan ini promo, bulan depan enggak, promo lagi.. reguler lagi.. enam bulan kemudian relaunch dst..dst.. kacau lah hehehe

    Ok, hopefully when you read this comment, you've already got the good news :-)

    ReplyDelete
  3. semoga lulus dan bisa berkarya

    ReplyDelete