: untuk Pak Abdul Hakim Halim
Apa pelajaran yang bisa diambil setelah mengerjakan TA selama sekitar 5-6 bulanan? Mmm, bukan 5-6 bulan sih kalau waktu efektifnya…Agustus hingga Desember masih sangat santai, baru Januari akhir agak-agak sibuk. Sejak Desember juga sebenarnya pengolahan data saya sudah 90% beres, tinggal dipresentasikan ke dosen pembimbing. Nah, setelah dipresentasikan dan OK, barulah saya disuruh menulis.
Ternyata menulis untuk TA itu susah! Beda dengan menulis di blog…=P. Setelah pertengahan Januari itu, saya kira akan bisa cepat sidang. Nyatanya tidak, malahan saya harus bolak-balik hampir tiap hari dengan beragam revisi.
Setan ada dalam rincian. Ia bersembunyi, menunggu dengan sabar, lalu akan menyelinap cepat dan menjerumuskan. Nah, selama sekitar 2 minggu terakhir sebelum deadline itulah saya (terpaksa) melihat dalam ruang-ruang kecil dalam tulisan dan membunuhi setan-setannya…
Saya bersyukur dibimbing dengan dosen yang sangat memperhatikan detail. Awalnya bikin frustasi sih, tapi di titik kejenuhan, tuntutan itu memaksa saya untuk mengubah paradigma saya dalam mengerjakan TA. Sebelumnya, untuk TA ini, buat saya adalah “kerjakan, yang penting cepat selesai”. Ini juga berlaku untuk tugas-tugas kuliah lain sebelumnya. Kerjakan, selesaikan. Saya tidak terlalu mencintai apa yang saya kerjakan, tapi tetap saya kerjakan, asal selesai. Tak pernah ada perhatian untuk hal-hal kecil. Makanya saya juga sering nggak sabaran kalau sekelompok dengan mahasiswi yang lebih sering mendetail dalam menyelesaikan tugas. Hasil dari paradigma itu memang sesuai dengan yang saya inginkan: selesai. Tapi sering ada banyak kesalahan, yang kalau saya beruntung tidak ketahuan sehingga bisa tetap dapat A, tapi jika sedang sial ya ketahuan dan dibantai saat presentasi. Rasanya sih, sepanjang kuliah saya menjalaninya seperti itu…
Nah, di puncak frustasi itu saya dipaksa, mau tak mau, mengubah cara berpikir saya tentang mengerjakan TA ini. Detail! Maka saya lihat lagi seluruh pengolahan data, dan kesalahan-kesalahan yang ada. Saya baca lagi seluruh tulisan, membenarkan semua kesalahan ketik, mengganti beberapa kata yang kurang pas, mengubah struktur kalimat yang sebelumnya secara akademis kurang logis atau malah ambigu, memberi nama tabel dan gambar dengan benar, dan lain-lain. Pekerjaannya berat, capek, dan stress, tapi enjoy dan setelah di-approve untuk sidang rasanya sangat puas…
Waktu sidang juga alhamdulillah nggak grogi dan malah bisa sedikit menikmati. Pertanyaan-pertanyaan penting yang diajukan sudah pernah terpikirkan dan dibahas bareng dengan dosen pembimbing saya. Termasuk juga bagian yang membuat saya bingung, karena waktu sebelumnya dibahas pun saya dan beliau (dosen pembimbing saya itu) juga bingung…hehehe. Akhirnya memang beliau merasa bertanggungjawab dan menjelaskan, alhamdulillah…Hasilnya juga lumayan baik, untuk tulisan dapet A, seminar dapet A, sehingga apa boleh buat (ini kalimat ang dipakai dosen pembimbing saya) TI-40Z1 Tugas Akhir dapet A…
TA selesai, sidang sudah. Lalu apa?
Waktunya tambah bersyukur, sit back, relax, and THINK. Banyak sekali yang harus dipikirkan dan dikerjakan nanti.
Mohon doanya.