Thursday, June 08, 2006

Tentang Sepkabola, Jelang 2006 FIFA World Cup™

Wah, ternyata udah World Cup lagi…Gak kerasa 4 tahun setelah 2002. Gw inget, waktu 2002 dulu, jamannya piala dunia itu jaman sibuk-sibuknya persiapan SPMB. Waktu itu, gw inget sampe-sampe the legendary Mr. Tata, guru fisika gw di ssc, sampe mewanti-wanti, “barudak, piala dunia teh rame, tapi 4 taunan ieu. 4 taun deui ge aya. Tapi spmb mah, sakali we lah! Sok ngapalkeun heula, tong ningali menbal wae” (terjemahan: anak-anak, piala dunia emang rame, tapi masih 4 tahunan kok. 4 tahun lagi juga ada. Tapi spmb, sekali aja lah! Belajar dulu aja, jangan nonton bola terus…). Padahal Pa Tata ini hobby bola banget, tapi buat beliau anak2nya sukses itu lebih penting daripada bola.

Tentu saja saran Pa Tata itu gak gw laksanain...hehehe. Waktu itu malahan gw sampe mindahin komputer ke depan TV, jadi supaya bisa maen Championship Manager sambil nonton bola...;-p

Nah, 2006 ini...mungkin lagi sibuk-sibuknya TA kali ya angkatan gw? Wow, piala dunia selalu bareng dengan milestone penting hidup kita ya?

Di TV, yang gw rasain sih, kok nggak serame dulu ya? Gara-gara sebuah stasiun TV yang keukeuh dengan hak monopolinya atas segala hal terkait piala dunia (nama 2006 FIFA World Cup™ adalah nama resmi yang didaftarin FIFA, makanya pake tanda ” ™ ”. Busyet dah, masa’ nama aja...Kalo bisnis atau duit udah masuk sih, emang semua jadi keganggu...). Jadinya, di TV kesannya gak rame aja, selain di stasiun tersebut. O iya, di Jerman juga, nama “Die WM (Die Welt Meisterschaft)”, sempat dibawa ke pengadilan gara-gara dipake ama produk laen yang bukan sponsor resmi piala dunia. Untung aja pengadilan Jerman nggak ndablek, dan bilang itu ya nama umum aja, yang boleh dipake. Nama Allianz-Arena, stadion baru di Muenchen, diganti karena ada nama sponsornya. Aneh juga...kali aja karena Allianz itu bukan sponsor resmi. Heuh...males deh kalo ngomongin beginian.

Ya sudahlah...(mode serius ON). Mari membicarakan aspek yang paling penting dari piala dunianya sendiri: sepakbola. National Geographic Indonesia bulan ini meluncurkan laporan utama tentang sepakbola, dilihat dari banyak aspek sosialnya. Menarik juga. Ada kisah tentang kekecewaan penulis Inggris yang membandingkan kapten mereka yang tangguh dan sangat patriotik di Piala Dunia 1990, dan kaptennya sekarang, David Beckham. Kata dia, “sungguh menyesal Inggris sekarang harus menggantungkan harapan pada pria pesolek...”. Hehehe...tapi saya tetap mendukung Inggris biar kaptennya Beckham juga. Go, England Go! Ada foto suporter pertandingan Croatia Zagreb vs Red Star Beograd, yang katanya bahkan memicu pemisahan Kroasia dari Yugoslavia! Ada kisah tentang kelompok suporter Arema Malang, yang mampu menyatukan geng-geng yang dulu sering berantem di Malang.

Tim yang saya dukung? Indonesia, kalaulah ada. Tapi karena pilihan itu tak tersedia (entah kapan bisa tersedia…), saya dukung Inggris! Saya tak bisa menjelaskan dengan baik kenapa. Mungkin karena dulu, sekitar tahun 1996-an, saya suka sekali dengan pemain Inggris, Alan Shearer. Bukan pemain yang terbaik sih, tapi saat itu Shearer adalah top skorer di Liga Inggris, dan sempat jadi pemain termahal dunia saat ditransfer ke Newcastle United. Sampai sekarang, saya masih pendukung Newcastle United. Saat itu saya suka Newcastle, karena benar-benar jadi penantang utama raja saat itu, Manchester United. Secara alamiah saya benci yang absolut atau yang jago banget, karenanya saya dukung Newcastle. Ternyata, ini juga berdasar beberapa pengalaman, hanya di sepakbola orang-orang benar-benar setia pada cinta pertama...First love stays forever, tapi untuk cinta manusia, first love hanya dalam kenangan, karena akan ditemukan lagi yang baru. Buat sepakbola, first love benar-benar selamanya. Hidup Inggris!

Siapa yang bakal jadi juara? Ya Inggris lah! Masa’ yang lain...Di semifinal Inggris bakal mengalahkan Brazil, terus ketemu Jerman di Final, dan Jerman dibantai lagi (kayak dulu pas dibantai 5-1 menjelang Piala Eropa 2004). Inggris juara! (sorry buat fans yang lain...)

Di Piala Dunia ini juga, saat pembukaan, akan ada parade pemain-pemain terbaik dunia sepanjang Piala Dunia dari zaman dulu. Nah, pertanyaannya, siapa pemain terbaik dunia sepanjang masa? Sebuah polling (polling FIFA?), menetapkan: Pele. Yang kedua barulah Maradona. Tapi, kecenderungannya pemilih yang berusia lebih muda lebih sepakat dengan Maradona (mungkin karena gak sempat melihat penampilan Pele dulu). Saya pernah baca tentang Pele ini dulu di Intisari, dan memang luar biasa. Pertandingan pernah berhenti sebentar karena penonton pernah ngamuk dan menyerbu lapangan gara-gara Pele keluar lapangan karena cedera. Wow...zaman sekarang nggak ada pemain seperti itu. Terakhir yang saya baca itu Ronaldinho, yang diberi applause oleh pendukung Real Madrid (musuh abadi Barca) di Santiago Bernabeu, kandang Madrid, bahkan saat Madrid kalah!

Tapi pendapat pribadi saya sih, pemain terbaik sepanjang masa ialah...Maradona aja deh. Di Napoli keren, 2 golnya waktu melawan Inggris tahun 1990 juga bakal selalu diingat: yang satu diinspirasi setan (The God’s hand goal), satunya lagi anugerah Tuhan (sendirian dari tengah lapangan dan melewati 5 pemain Inggris!). Mungkin, Maradona adalah satu-satunya pemain yang bisa secara signifikan sendirian mengangkat timnya. Cuma, kalo tokoh terbaik di bidang sepakbola, pilihan saya ialah Franz Beckenbauer. Sebagai pemain dia jago banget, kapten saat membawa Jerman juara di 1974, libero pertama dan terbaik. Tadinya, konsep pemain belakang yang bebas bergerak (“libero”, dari kata “liberal”) tak dikenal sebelum Beckenbauer, dan setelah Beckenbauer sampai sekarang, di tim Jerman pun, tak ada lagi libero sejati seperti Beckenbauer (Lotthar Mattaheus, dulu, mungkin mendekati. Tapi dia kurang cerdas dan terlalu temperamental). Tahun 1990, saat jadi pelatih, Beckenbauer membawa Jerman jadi juara. Sekarang, ia ketua penyelenggara Piala Dunia. Beckenbauer benar-benar merepresentasikan sepakbola Jerman: tangguh, percaya diri dan cerdas.

Hmm..apa lagi yang menarik ya? Oh iya, Mcdonalds di piala dunia ini bikin kuis sms Dream Manager. Kita daftar (setelah beli McD dulu...), lalu memilih sebelas pemain, dan pemain pilihan kita dinilai dengan penilaian tertentu sesuai performanya di piala dunia. Jadi inget jaman-jaman SMP...Saya dan teman-teman pernah merintis game seperti ini (dulu dinamakan Fantasy Football), kita membentuk tim imajiner dengan pemain-pemain yang dipilih dari 5 liga besar dunia, terus setiap akhir pekan memilih pemain-pemain tertentu. Lalu, setelah pertandingan selesai, kita beli BOLA, dan melihat masing-masing performa pemain pilihan kita. Terus dinilai. Gila rame banget! Sampai-sampai lumayan mewabah di SMP saya dulu, dan sempat dicurigai guru sebagai bentuk perjudian terselubung...hehehe. Ya nggak lah, nggak pake duit. Cuma yang kalah kebagian beli BOLA..;-p.

Tim saya sempat beberapa kali menang, tapi kemudian liga tempat kita bermain bubar, gara-gara ada yang curang, masang striker jadi pemain tengah...sial, pantes aja tuh pemain ngegolin mulu, lah wong aslinya striker! Dulu, sampai-sampai kita kenal (dan hapal!) performa tiap pemain yang terkenal maupun yang aneh-aneh dari Liga Italia sampai Liga Belanda. Saya sempat bikin grafik penampilan Shearer. Kapan dia cedera, kapan dia kira-kira mencetak gol. Teman saya dulu (yang juara, kalo nggak salah), beruntung karena memasang terus Ruud van Nistelrooy, yang saat itu belum terkenal dan masih bermain di PSV Eindhoven, dan mencetak lebih dari 30 gol satu musim. Rame deh.

Sekarang sih saya nggak sebegitu gilanya sama bola...Tapi tetap mengikuti. Emang rame tuh sepakbola. Di buku kalkulus legendaris Purcell-Varberg ada quote seperti ini: kalkulus adalah hasil perjuangan intelektual yang dramatik yang berlangsung selama dua ribu lima ratus tahun. Menurut saya itu salah. Hasil perjuangan dan penemuan manusia terbesar, dan terus disempurnakan, adalah sepakbola.

Simpan saja semua keluhan atas Piala Dunia ini, dan selamat menikmati sepakbola!

11 comments:

  1. He he ternyata anti tim mapan.. Biasanya yang beginian juga anti sama Milan dan MU (sama dong)

    Maap ya luck; dengan pasukan mudanya, Jerman bakal melibas Inggris. Dan kayanya Jerman ketemu Inggris di babak kedua, soalnya juara grupnya Swedia (he he)

    Ada satu momen lagi tuh, waktu Romario nyalamin kiper Casey Keller. Hebat tuh kiper AS. Brasil empot2an ngebobol gawangnya> Hmm, kalo libero tangguh : Mathias Sammer patut jadi pertimbangan Ingat Euro 96

    Wah ternyata main fantasy football?? Gila bola juga nih lucky =)

    ReplyDelete
  2. Ah, kayaknya Netherlands deh, tapi rada khawatir juga gua lihat squadnya...

    Sama, gua juga anti tim Mapan...dulu, gua suka sama Chelsea karena ada sosok Ruud Gullit dan nggak mapan2 amat, dan jarang banget gua denger orang2 ngomongin Chelsea...eh, sekarang, orang2 jadi sibuk ngomongin Chelsea....males deh ikut2an ngomongin Chelsea...

    Trus, dulu juga, tahun 1995, gua inget banget waktu nonton Final Piala Champions...waktu itu, Finalnya antara Ajax - Milan...waktu itu, Ajax merupakan generasi emas-nya, karena gua penggemar Belanda, jadi nya aja gua belain Ajax, meskipun gua blm kenal dengan Ajax...dan akhirnya, Ajax juara karena Goal Kliuvert...dan sejak itu, gua jatuh cinta sama Ajax..until now...jadi ada benernya juga, CInta pertama dalam Sepak Bola itu..selamanya...;))

    Kalau pemain terbaik...? Hmmm..Dennis Bergkamp aja kali ya...? Dia memang bkan striker yg haus goal...tapi dengan dia sebagai Side Kick, striker manapun bisa jadi haus goal...juga cool nya itu..

    ReplyDelete
  3. Baca di detik:
    Sepakbola adalah hasil kejahatan manusia terbesar.. :-P

    Yup.. Selamat nonton Piala Dunia 2006..

    ReplyDelete
  4. luck, sekalian aja bikin buku ttg bola...
    emang sgitunya ya...
    di depan rumah budeku juga, tiap hri tukang2 ojek pada nonton bola sama2 di pinggir jalan. gila ya...
    pake taruhan segala..
    ampe jam 4 pagi..

    segitunya ya?

    hehehe..

    ReplyDelete
  5. lucky6:23 PM

    to agung: Sammer bagus juga ya...tapi kok dia gagal waktu jadi pelatih ya? gw selalu berasumsi pemain cerdas di lapangan, libero, bakal jadi pelatih yg bagus...jerman kemaren lumayan lah...boleh2..tapi tetep inggris!
    to kang donny: belanda? arjen robben keren!!!
    to igun: buat gw, yg jahat itu S**V, masak T*T*K S***** dijadiin presenter...mo bunuh pemirsa apa! malangnya nasib kita, bangsa Indonesia...ngeliat bola pun lewat keluarga cendana..hehehe, keluarga soeharto emang paling dan masih berkuasa ya?
    to mona: o iya, segitunya...dulu ada fans brzail yg bunuh diri gara2 di final di stadion maracana brazil, tim brazil kalah dari uruguay....imagine, bunuh diri gara2 timnya kalah!!! gawat emang bola ini...

    ReplyDelete
  6. Anonymous4:27 AM

    ralat, maradona kan 86 meksiko gol tangan tuhannya.
    klo pemain terbaik bukannya pushkas. kan dia anomali. postur kecil, pincang, dan gempal.
    brasil?
    haha..mati aja lo.
    82 ma 66 di jagoin, tapi ga bs ngapa2in. socrates goblok di 82, pele cedera di 66, dan mudah2an ronaldinho 06 gw doain mencret2.
    06 mo nyamain 74? kaga ada figur kaya pele, rivalino, garinca atawa jirjinho.
    adanya si pesakitan ronaldo, stiker mandul inter adriano, kaka yang terlalu ganteng buat tim brazil, ma ronaldinho yang ngaku mirip sodikin.mo ngarepin syapa lagi coba?
    robinho yang terlalu stylish?juninho?
    inggris? mampus aza klo carrick ga di maenin. Hidup Totenham....
    belanda? males bgt...ga ada pemain gantengnya.kebanyakan turunan Indonesia ma suriname sih.robben kebanyakan goreng.
    hidup spanyol yg ganteng2 (alonso, reyes, villa, torres,albelda,fabregas,xavi... kecuali sena yg keturunan brazil, makanya jelek).

    ReplyDelete
  7. lucky9:52 AM

    bener, 1986 ya? gile, lo jeli bgt. thx. spanyol sih ga nyatu,ga ada semangat berbangsanya,gimana mo juara...ini menurut kompas lho ya, gw cuma ngutip..o iya kemaren ronaldo dah ngleu: pening nih oala...hehehe, ga bakal deh brasil.tapi yg lumayanga ngecewain di tim unggulan emang cuma spanyol, ama jerman paling...

    ReplyDelete
  8. met menikmati piala dunia..
    cuman mo ngasi usul: coba kunjungin blog gw:
    http://krisnamurti.net/

    regards,

    ReplyDelete
  9. ga nyangka...ternyata luki pengamat bola gni.. =P

    klo gw, gara2 liat ceko di piala eropa '96 sampe sekarang timnas favorit gw ceko.. (yaa,walaupun performansinya tinggi cuma pas di babak kualifikasi mulu..)
    Hidup ceko!! (eh,ceska ya sekarang)

    dan gara2 liat p.berger di timnas ceko,gw jadi pendukung setia liverpool sampe sekarang..
    sampe2 dulu pas smp gw sempet daftar di Big Reds cabang Indonesia (haha,what a silly days)

    dan gara2 seneng ma liverpool, gw sebel banget sama MU + d.beckham. anything but united!
    hehe,ga penting banget..

    udah ki...jangan kebanyakan nonton bola.. KP ki..TA ki... ;P

    ReplyDelete
  10. wah, koment sy sederhana aja..
    judul postingan salah:

    Tentang Sepkabola, Jelang 2006 FIFA World Cup

    ReplyDelete
  11. luckyyyyy....update blog dunks..

    ReplyDelete