Sunday, April 09, 2006

(Sok tau) Ngobrol Ngalor-Ngidul Tentang Freud

Ada komentar menarik (karena...panjang.hehehe, bukan karena yg laen-laen) dari mas/mba sota arvaladze di tulisan di bawah ini. Tentang Freud. Sebelumnya kalo saya benar, mungkin saya ngobrol dengan sota ini sorenya, juga tentang apa kata Freud about you, sota. Terinspirasi temen juga sih...Seorang sahabat mahasiswa psikologi yang hobi mengeksploitasi diri dengan mencocok-cocokkan kategorisasi psikologis pada dirinya.Ini petikan perbincangannya.

Tiba-tiba saja dia bicara: Luk, gua belajar filsafat manusia. Keguncang juga gua ama filsafat kiri. Lalu ia bicara Marx dan kawan-kawan. (Gw diem, dan membatin..."busyet ni orang..."). Pada kesempatan selanjutnya: Tapi Luk, gua sekarang eksistensialis. Ada dulu, yang lainnya belakangan.
Sartre? Camus? Atheis dong? (gw agak penasaran).
Mmhhh, (dijawab tidak jelas).
Lalu diteruskan: Kalau kata Freud, gua itu proses fiksasi oralnya gak sempurna. Gua itu suka...dst,dst.

Lumayan, kursus singkat psikologi. Asyiknya yah, dia senang bicara terus, dan saya senang mendengarkan terus. Enak. Suatu waktu juga dia pernah bilang: gua kemaren ketemu dia. Gua gak ngarepin dia setuju atau gimana ama gua, gua cuma mau buktiin perasaan gua aja.

"dia" itu adalah cintanya duluuuuu banget, yang terus terbawa hingga sekarang. My beloved friend, anda belajar psikologi, dan anda sadari secara psiklogis anda juga sakit...nah, how do you deal that? Menarik...

Nah, sewaktu dia menguliahi saya tentang Freud, dan ia bicarakan tentang fiksasi oralnya, saya kok menemukan gejalanya di kawan saya ini, sota. Dan anda menolak, sota. Suatu bukti lagi.

Mau nerusin ngobrol ngalor-ngidu sok taunya ah...nanggepin tulisan sota.

Sota Arvaladze said...
punya no baru aja pake dipublikasiin di blog..hehe..gini!!jangan-jangan pas kecil, ada seseorang yang masa anal nya ga sempurna. istilahnya apa yah? fiksasi anal kali?hmmm..masa anal ditandai dengan keinginan akan dominasi dan kepatuhan. gw punya temen yang masa analnya ga sempurna. mungkin pas kecil ga suka masukin semuanya ke anal, atau tidak bisa merasakan nikmatnya buang air besar.masa anal yang tidak sempurna menyebabkan masa dewasa merasa kekurangan akan dominasi dan kepatuhan.kepatuhan ini bisa dicirikan dengan melakukan tindakan-tindakan pemberontakan dan semacamnya kemudian ketika keadaan sudah menguasai maka tiba-tiba seseorang menjadi patuh dan tunduk sama sekali. Alasannya simpel, berkelit dengan sistem lah, sudah menjadi kesepakatan umum (misal karena konsepsi dan tetek bengeknya), atau bahkan norma-norma. Padahal dulunya, seseorang tersebut bisa anti sama sekali dengan hal yang sekarang dipatuhinya.


Lucky:
Iya, praktis dan gratis. Apa hubungan publikasi nomer di blog dan fiksasi anal? Ciri-ciri yang anda maksudkan untuk anda di atas juga ada di saya. Makasih analisisnya. Tapi pikiran sederhana saya sih: hanya sekedar menghormati, dan itu secara logis dan menurut nurani saya benar.

Sota melanjutkan:
bagaimana dengan dominasi? kayaknya seseorang tersebut sudah menyadari akan dominasi sebagai bagian dari hasrat. karena dengan hasrat tersebut dia bisa menunjukkan rasa ke 'saya' annya. hal ini wajar saja, karena dalam diri orang ini terkadang kurang memilki keadan dimana 'saya' itu muncul. paling gampang gini deh. orang ini suka ngajak orang lain buat nonton bareng, padahal kegiatan nonton adalah kegiatan dimana 'saya' sendiri hilang dalam tataran kesadaran.otomatis jika unsur pleasure tersebut penuh, seharusnya dominasi serta-merta memudar. namun karena masa anal tersebut tidak semprna, maka sisa purba tersebut masih ada dalam kehidupan sehari-harinya.sehingga dominasi merupakan syarat untuk mendapatkan pleasure dari anal.anehnya, kemungkinan seseorang tersebut akan menolak jika dikatakan demikian, kerana semakin besar penolakan, semakin sebenarnya ia mengakui bahwa alam bawah sadarnya itulah yang benar-benar menguasai dirinya.

Lucky:
Don't play my own trick to me! hehehe, ;p. Yang ini tidak sesuai dengan saya. Saya selalu nonton dengan kesadaran. Siapa ya yang nangis, tapi berkomentar sinis (semata agar menutupi) lagi nonton? Yang terhanyut itu anda.

trus kemungkinan nih orang juga mengalami masa phallus yang ga sempurna. masa phallus merupakan masa dimana seseorang menginginkan ibu secara eksklusif. kemungkinan orang ini dikebiri oleh ayahnya dalam waktu yang sangat dini sehingga phallusnya juga tidak sempurna. jangan dipikir dikebiri ini dalam arti sebenarnya, tetapi dalam arti simbolik dimana sang anak di dipisahkan dari ibu dalam waktu yang masih dini.karena masa phallic yang tidak sempurna, ketika dewasa maka dia akan selalu mencari figur ibu yang bisa menggantikannya secara sempurna. figur ibu ini digantikan dengan lawan jenis yang tentunya dengan modifikasi eros menjadi agape tentunya.sang pasien kita ini sebenarnya sudah mendapatkan figur ibu yang cocok dalam masa yang sangat dini yakni masih esempe pada seorang perempuan yang bisa memuaskan kebutuhannya tersebut. sayangnya, pasien yang cendrung psikotis ini sangat susah disembuhkan jika kebutuhan akan figur ini susah didapatkan. dalam realitasnya, sang pasien malah akan menjadi berubah 180 derajat memandang lawan jenis. bisa jadi statemen yang sering diagaungkan olehnya bahwa 'cinta bisa membuat kita mati' adalah keputusasaan untuk memuaskan hasrat sang pasien.

Lucky:
Ini paling sesuai. Makasih analisisnya. Adik saya lahir ketika saya berumur satu tahun, mungkin juga saya jadi agak 'terpisah' dengan ibu. Tapi tak ada hubungan dengan ayah saya. Apakah dengan begini saya mengalami masa phallus yang gak sempurna juga? Ketika dewasa mencari figur seperti ibu? iya kayaknya. Wanita yang polos tapi penuh cinta, just like my mom.

Sota lagi:
nb: luk, sori klo gw ngungkapin analisis orang lain di blog lo. karena gw yakin tuh orang pasti sering baca blog lo. (seseorang yang sangat dekat dengan luki lah poko'nya). buat orang tersebut, gw kasih tahu kelemahan gw, bahwa ketika kita mendefinisikan alam bawah sadar seseorang minimal kita mesti tahu bahasa alam bawah sadar itu speti apa (lacan) dan juga kita tidak bisa mendeskripsikan alam bawah sadar orang lain atau mensuggest seseorang melakukan sesuatau akan alam bawah sadar orang lain karena pasti ada kesenjangan(lacan juga yang nomong). minimal gini, kita kan ga tahu apa yang sebenernya orang lain simpen di alam bawah sadarnya, trus tiba-tiba kita so-soan nyingkapin. nah, jangan-jangan jadi tercampur dengan alam bawah sadar kita. alih-alih nyingkep, malah bisa-bisa sang dokter jadi curhat sendiri. iaya ga? mas fiksasi oral tidak sempurna?

Lucky: Nggak pa-pa kok, ini ruang publik. Saya juga bisa melakukan self-analysis dengan bantuan anda (Anda tentu tahu, Freud sendiri baru melakukan ini di masa dewasanya, saat ayahnya meninggal).

O iya, saya pikir semua di atas omong kosong. Tapi lumayan buat lucu-lucuan. Bukan, bukan omongan anda. Tapi Freud.

I don't believe in Freud.

1 comment:

  1. luck..luck..gw baca tulisan lu yang ini gw bingung..mulai dari mengerenyitkan kening sampe menggelengkan kepala. emangnya semua anak psikologi ngomongnya gitu ya?? membuat pusing kepala...
    hehehe

    ReplyDelete