Friday, December 23, 2005

Perlakukan sebagaimana perempuan!!

Diinspirasi dari tulisan di "kronika", buletin Jum'at Salman hari ini.

How do you define a woman?
Pasti cliche deh. Ngomongin beginian juga bosen, terjebak ke pengulangan tema. Ga pa-pa lah. Minimal, ini yang saya rasakan. Perubahan paradigmanya.

Ngomongin gender, apalagi ama yang beda 'aliran', hampir pasti jadi debat kusir. Gimana nggak? Dari mana asal mulanya (epistemologi?), apa sebenarnya asumsi (postulat?) awal yang melatarbelakanginya aja beda. Kok mau disamain, dan malah nge-klaim lagi. Repot.

Maka inilah pandangan subyektif. Dan saya hargai pendapat yang berbeda.

Dulu, saya berpendapat gak macem-macem tentang ini. Kok diributin sih? kan sama-sama manusia. Ya perlakukan saja sebagaimana manusia! gak usah diributin.

Hasilnya adalah mispersepsi. Yang saya anggap baik ternyata ditafsirkan berbeda. Yang saya anggap manusiawi malah dibilang kejam. Maunya efektif dan 'mencoba mengerti', eh malah bikin nangis. Berkali-kali lagi...

Sial!

Itu akibat paradigma 'perlakukan sebagaimana manusia'. Tidak, bukan berarti saya serukan perlakukan sebagaimana bukan manusia atau subhuman, tapi lebih jauh, lebih spesial. Perlakukan sebagaimana manusia yang perempuan. 'kata sifat' yang mengikuti di belakang 'manusia' malah yang penting. Penghormatan kepada perempuan tak bisa ditunjukkan dengan sekedar memperlakukannya sama, sebagaimana manusia. kalo cuma begitu, itu penghinaan buat perempuan, mungkin juga penghinaan buat Pencipta para perempuan.

Perlakukan sebagaimana perempuan! Yang manusia, yang istimewa, yang pantas dicintai, yang berbeda...Jangan pernah melecehkan, sebagai manusia, dan lebih jauh, sebagai perempuan...

Astagfirullah. Mo minta maaf sama semua perempuan yang pernah saya kenal, mungkin selama ini saya ini lelaki dogol yang berpikiran sempit. Manusiawi saja ternyata tak cukup.

Maaf ya, terutama sama mamah....
Selamat Hari Ibu!

1 comment: