Sunday, December 04, 2005

"Black Comedy" Life

Pernah ada kuis di internet, semacam kuis yang banyak di majalah-majalah, yang pengen ngejawab: kalau diibaratkan film, film apakah kehidupan anda?
Iseng-iseng nyoba. Gak ada jawaban bener salah, yang ada ialah yang Lucky banget atau nggak Lucky banget. Ternyata:
Your life is a black comedy!


Hehehe…langsung saya nolak, nggak ah! Sisi Lucky yang melankolis yang menolak semua, menganggapnya nggak ilmiah, kurang teliti, kurang merepresentasikan karakter…
Tapi emang saya suka black comedy sih. Kadang-kadang memandang hidup juga dari kacamata black comedy.


Dari kuis itu juga saya tahu kenapa bisa cocok banget dengan dua sahabat saya sejak SMA. Kalo dipikir-pikir, kita bertiga ini begitu berbeda. Tapi kok bisa nyambung and asyik banget kalo ngapa-ngapain? Ternyata kesamaannya: kita sama-sama memandang hidup seperti pembuat cerita black comedy.

Black comedy itu subgenre dari comedy (jelas lah!). Cuma, kelucuannya timbul karena ada suatu hal yang sangat tak terduga, dan tragis. Tapi gak jadi sedih, saking nggak terduganya, yang ada cuma lucu…bukan menertawakan ketragisan, tetap ketawa gara-gara lucu, yang ada unsur tragisnya.

Pernah nonton American Beauty? Ingat tokoh militer yang anti gay, sepanjang umurnya ia bilang “I’m not gay and I hate gay!”, punya istri yang kurus kering dan tak bahagia, tapi ternyata di akhir film ia merayu tetangganya yang disangka gay, padahal bukan…Tetangganya bingung, dan menolak. Tragis! Seumur hidup ia merepresi diri, terus pas dikeluarkan ternyata ditolak…(sekarang penonton tahu kenapa istrinya tak bahagia…).
Tapi lucu kan? Nggak? Wah, berarti selera humor Anda sehat, tidak hitam kayak saya dan 2 sahabat saya itu.


Paradigma black comedy dalam memandang peristiwa hidup juga kadang-kadang berguna. Humor, juga tertawa, adalah mekanisme yang sangat baik untuk sejenak melepaskan dari masalah. Suatu jalan eskapis. Saya pernah denger cerita dari temen-temen PRD yang dulu diculik dan ditahan aparat. Katanya, saat tertekan, mereka akan tertawa, sekedar menertawakan diri sendiri, menertawakan ketragisan yang harus mereka jalani…”itu menjaga kami tetap sehat dan tak jadi gila”, katanya.

Setelah bertegang-tegang, marilah lebih rileks…Selalu ada hal yang lucu, pasti, dibalik tiap peristiwa. Tinggal dicari dan ditertawai.

Busyet, malah nulis blog, padahal gw belum bikin tugas komprof,spp,plo…padahal itu tugas combo buat minggu besok.
Hehehe…

1 comment:

  1. Bhahahaha Memandang hidup dengan kacamata black comedy, :v gue banget.

    ReplyDelete