Friday, October 07, 2005

Maaf

Ketika seorang selebritas dipersalahkan karena mempertontonkan (hampir) seluruh tubuhnya, ia menukas singkat: saya minta maaf…

Maaf yang sama, tetapi mudah-mudahan berbeda, juga banyak terdengar di awal memasuki bulan mulia, Ramadhan ini. Dan akan lebih banyak lagi maaf, saat bulan ini genap 30 atau 29. Juga, maaf-maaf saja kalau ada yang beda-beda waktunya.

Mengingat maaf, saya juga teringat maaf-nya Umar bin Khatthab pada Sang Ilahi. Pernyataan maaf yang selalu menjadi maaf yang sejati, selalu ditangisi, tak lupa disesali. Teringat juga tokoh ibu yang sangat santun di Bajaj Bajuri: “maaf, bukannya saya…”.

Sebuah maaf bisa berharga sangat mahal (sudahkah Vatikan minta maaf karena ‘melukai’ masyarakat ilmu pengetahuan dengan menghukum Galileo?), namun bisa juga menjadi sangat murah (kartu ucapan mohon maaf lahir batin sekarang berharga sekitar 7000 rupiah saja, kualitas prima). Bisa sangat diobral, bisa menjadi barang langka.

Kalau kita menonton film Hollywood, kalimat “ I’m sorry”, sering ditafsirkan sebagai “aku minta maaf” atau satu tafsiran lain: “aku menyesal”. Namun, ini bukan ambiguitas, apalagi sulawan. Ini sebuah kebersamaan makna. Ketika kita mengatakan “I’m sorry”, berarti dua hal: saya menyesal (telah melakukan perbuatan tersebut) DAN saya minta kerelaan anda memaafkan. Ya, pernyataan maaf adalah penyesalan sekaligus permakluman.

Karena itulah menjadi aneh saat selebritas tadi menyatakaan maaf, dan seterusnya ia menyatakan tak menyesal, “karena itu seni”. Menjadi aneh juga saat kita menyatakan maaf menjelang bulan suci ini, namun tak menyesal dengan segala salah kita sebelumnya, dan parahnya lagi, tetap melakukan.

Kita perlu sedikit penghiburan: manusia adalah tempat salah dan lupa. Tentu saja Allah mengerti: ia menyediakan ‘slot’ spesial bagi umat untuk saling memaafkan. DIA sendiri selalu terbuka untuk tiap maaf dari hamba-Nya. Rosulullah SAW mencontohkan: banyak-banyaklah beristighfar (memohon maaf) kepada-Nya.

Astagfirullah.
Dan saya ingin meminta maaf pada seluruh makhluk-Nya.
Termasuk Anda.
Saya menyesal, minta maaf.
Have a nice Ramadhan!

1 comment:

  1. dimaafin deh luck..hehehem tapi bener ya, kadng saya juga gak sadar, udah minta maafm masih aja ngelakuin kesalahan yang sama... . so human gak sih?

    ReplyDelete