Monday, July 11, 2005

Tu7uh

Judul di atas jelas adaptasi dari Se7en. Tadinya mo dijuduli ”Se7en”, tapi menggunakan 7 untuk menggantikan ”v” terasa maksa banget. Makanya mendingan di-bahasa indonesia-kan, jadi ”Tu7uh”. ”J” yang diganti 7 lebih enak dan gak terlalu terasa maksa.
Itu tentang judul. Tapi tulisan ini tak akan membahas soal judul saja, meskipun memang membahas soal tu7uh.

Pernah nonton film se7en? Film gelap yang keren banget. Disitu diceritain tentang pembunuh yang menjadikan tujuh dosa sebagai grand theme pembunuhannya. Biasa disebut Seven Deadly Sins, didefinisikan oleh Paus Gregorius pada abad ke-6:

1. Pride : arogansi
2. Envy : iri hati
3. Gluttony : rakus
4. Lust : syahwat
5. Anger: amarah
6. Greed : tamak
7. Sloth : malas

Dalam literatur Islam pun ternyata ada angka tu7uh yang bicara tentang dosa ini. Dari Ibnu Umar r.a., dalam sebuah hadis sahih Rasulullah SAW bersabda, ”jauhilah tujuh dosa besar” . Para sahabat bertanya: apa itu ya Rasul? Rasul melanjutkan:

1. Menyekutukan ALLAH
2. Memiliki dan mempergunakan ilmu sihir
3. Membunuh jiwa yang diharamkan ALLAH, kecuali demi kebenaran
4. Melakukan perbuatan riba
5. Memakan harta anak yatim
6. Berpaling ketika perang di jalan ALLAH
7. Menuduh perempuan suci yang beriman pada ALLAH melakukan zina

Kenapa tiba-tiba saya menulis tujuh dosa ini? Soalnya saya sekarang menemukan lagi ”tujuh dosa” dari suatu otoritas (yang makin hari kok makin represif ya), rektorat ITB, tertanggal 4 Juli 2005. Tujuh larangan yang bila dilanggar ’berdosa’, dengan hukuman (maksimal): pencabutan status kemahasiswaan secara permanen. Entah kebetulan, entah terinspirasi. Mungkin juga dibuat agar ditafsirkan serius oleh para mahasiswanya, seperti juga tujuh dosa dalam agama Islam dan Kristen. Ketujuhnya itu ialah (redaksinya saya lupa):

1. Pemukulan dengan alasan apapun
2. Kegiatan yang menggunakan waktu di luar batas kewajaran
3. Kegiatan kemahasiswaan yang mengganggu kegiatan mahasiswa baru
4. Kegiatan wisudaan yang melanggar peraturan akademik
5. Melindungi pelanggar peraturan akademik
6. Menggunakan fasilitas kampus sebagai hunian tetap
7. Kegiatan Orientasi Studi yang melanggar aturan akademik

Hebat, hebat rektoratku! Sekarang udah kayak dewan agamawan yang mengeluarkan fatwa-fatwa dan merumuskan dosa-dosa!!!
[tambahan: tanggal 8 Juli Pak Widyo mengeluarkan lagi daftar-daftar dosa penjelasan (dalam bahasa agama: syarah) dari tujuh dosa ini...]

2 comments:

  1. hmmm..
    tujuh dosa dalam agama ISlam..
    tujuh dosa dalam agama Kristen..
    tujuh larangan rektorat..

    hmmm..
    nim gw tujuh juga, dosa gak ya?

    ReplyDelete
  2. wah...masa iya begitu???? apa mahasiswa ntar juga mengeluarkan tujuh tuntutan mahsiswa ya?? kalo mona nimnya 7..kalo saya nimnya 67...nah gimana???

    ReplyDelete