Wednesday, June 22, 2005

Alter ego

Kalau alter ego-nya Bruce Wayne adalah Batman, saya selalu membayangkan alter ego saya adalah seorang consigliere.

Di kisah-kisah mafia, consigliere adalah semacam penasehat pribadi, pemberi pertimbangan dan rancangan strategi Sang Don. Ia adalah tangan kanan kepercayaan Sang Don. Kepercayaannya sangat dalam, hingga taraf tak mungkin berkhianat, sama percayanya (kadang-kadang bahkan melebihi) kepercayaan Sang Don kepada keluarga darah dagingnya.

Pernah nonton atau baca The Godfather? Disitu consigliere keluarga Corleone itu bukan anggota keluarga murni (tidak ada hubungan darah). Tom Hagen, si consigliere, adalah seorang Irlandia yang diangkat anak oleh Don Vito Corleone, dan terus selalu setia (diantara banyak pengkhianatan yang dilakukan orang sekitar keluarga Corleone) sampai masa Don Michael Corleone.

Kenapa Sang Don itu selalu bisa percaya consigliere-nya? Karena ia sangat setia (sampai mati). Juga karena kualitas pribadi si consigliere-nya: sangat cerdas, ahli strategi, pemberi saran-saran jenius, sekaligus...malas dan tak berambisi. Bisa dimengerti kenapa Sang Don percaya sekali dengan si consigliere. Ia terlalu malas dan terlalu kurang ambisi untuk berkhianat.

Saya selalu ingin meniru dan terinspirasi kecerdasan seorang consigliere, dan saya merasa ada kemiripan dalam hal kemalasan dan ketanpa-ambisian.

Jujur aja, saya ini bukan termasuk orang yang rajin. Pernah saya memilih untuk terus baca buku dalam kamar padahal perut udah lapar gara-gara malas ke meja makan. Akhirnya ibu saya nganterin makanan ke kamar sambil misah-misuh: ”si Aa mah, ngambil makanan aja males!”. Makanya saya gak pernah gemuk, wong makan aja males...Karena kemalasan itu, saya juga agak-agak males untuk beraktivitas. Ditambah lagi, saya juga males disuruh-suruh, yang biasa terjadi kalo kita jadi mahasiswa baru atau jadi orang baru di suatu komunitas. Jadinya merembet ke segala hal deh! Boro-boro mau kalau jadi ini-itu. Motif kekuasaan saya lemah banget, semata karena saya malas. (untung aja saya ada di sistem yang ”meminta-minta/menyuruh-nyuruh”. Jadinya mau gak mau ”saya dengar dan saya taat!” ;-p. Dan saya juga jadinya bisa banyak belajar, alhamdulillah). Lagipula, saya selalu memandang hina orang yang berambisi / menginginkan untuk duduk di suatu jabatan. Saya selalu memandang motifnya tak murni. (mungkin juga, untuk yang ini saya salah, dan harus berubah...)

Sebagai pembenaran dan pemacu, jadilah saya mengambil consigliere sebagai alter ego. Saya punya impian akan dunia, punya banyak yang ingin dilakukan, tapi saya malas... Dari dulu, saya selalu mencari orang yang benar-benar bisa jadi The Don, dengan kepribadian kuat, kapabilitas super, dingin tapi tetap manusiawi. Seorang yang bisa memimpin dan mewujudkan gagasan. Sayang belum ketemu...

Kalau begini sih, saya merasa percuma juga mengambil consigliere sebagai alter ego. Mungkin saya harus mencari sosok lain. Ada usulan?

Tapi harusnya saya juga berhenti malas. Bangun, Lucky! Filosofi “life begin at twelve” saya harus diubah. Life doesn’t begin at 12 o’clock!

(my life begins at 12 0’clock, but I end it at 3 am…selalu jadi pembenaran saya ;-p ).

1 comment:

  1. aditbram11:47 PM

    aye dapet puisi dari milis smu...lumayan bikin nyengir...do u know "nyengir"...?? hehe
    judulnye
    "KENAPA KITA BERTAHAN"

    Ada saatnya dunia tak seindah yang kita kira
    Ada kalanya kehidupan tak seperti yang kita inginkan
    Saat ujian menghadang
    Kala hidup menjadi tak karuan
    Mengapa kita masih bertahan

    Jika sesuatu tiba tiba berubah diluar harapan
    Kenapa tak langsung pergi atau keluar dari ruangan
    Jika sesuatu membuat kita lelah akan keadaan
    Kenapa tidak berteriak saja kemudian putuskan hubungan
    Jika kekecewaan berulang kali menampar
    tetapi kenapa kita masih mau tinggal untuk bertahan

    Mungkin...
    Karena kita masih punya perasaan yang sedang belajar
    apa itu keikhlasan
    Karena kita masih ingin melakukan apa yang sekiranya dapat dilakukan
    Karena kita peduli akan orang - orang disekitar
    atau karena masih ada asa yang tertinggal untuk memperbaiki sebuah harapan
    itu semua bisa menjadi alasan mengapa kita masih bertahan

    Bertahan utk tidak keluar ruangan
    Bertahan utk tetap melakukan apa yg sudah diniatkan
    Bertahan dan mencoba memecahkan kebuntuan
    Bertahan dengan mengingat orang yg kita pedulikan
    karena bertahan kadang tidak hanya demi diri sendiri
    tapi juga demi mereka yang ada di dalam hati

    ReplyDelete