Sunday, May 22, 2005

Menjaga Momen...

…barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya
Al-Maa’idah: 32


Kemarin, dan hari ini ialah hari yang aneh. Begitu mudahnya iman berubah-ubah. Hanya dalam hitungan jam, atau bahkan menit. Hanya dalam beberapa jenak. Saya jadi berpikir...

Bahwa hidup, adalah kumpulan momen-momen. Kumpulan fragmen-fragmen. Persatuan jenak-jenak. Dalam aliran yang kontinu, saling terhubung, saling mempengaruhi, dalam hubungan sebab-akibat. Kita bisa menentukan sendiri batas momen-momennya: satu abad, satu tahun, satu detik. Yang jelas, tindakan saya pada jenak tertentu, terhubung dengan keseluruhan saya di jenak yang lain: di masa depan dan masa lalu. Karena tentu saja, tindakan sekarang adalah rangkaian dari masa lalu, dan masa depan dibentuk dari masa sekarang.

Ingat juga, tindakan saya, segalanya pada saya, juga terhubung dengan keseluruhan kehidupan. Momen-momen kecil saya, keputusan-keputusan yang saya ambil di momen yang sepintas tak berharga pun menentukan keseluruhan kemanusiaan dan kehidupan.

Maka, pada hakikatnya, secara makro-kehidupan, tak pernah ada sama sekali kehidupan yang tak berharga. Hidup George W. Bush yang selalu dijaga Secret Service sama berharganya dengan hidup bayi di Afghanistan yang baru lahir. Seluruh kehidupan berharga.

Karenanya juga, tak pernah seseorang yang hidup, bagaimanapun ia, mempunyai hak untuk merampas dan merusak kehidupan yang lain.

Kesadaran akan kehidupan ini juga seharusnya mengimplikasikan suatu hal: kita tidak bisa sembarangan hidup. Tak boleh asal hidup. Ketika kita menganggap enteng kehidupan, kita sudah tak pantas hidup. Dan karena hidup adalah kumpulan momen, maka seharusnya momen-momen tersebut, setiap momennya, dijaga. Selalu dijaga, agar tak menghancurkan momen-momen lain, dalam kehidupan kita atau yang lain. Dijaga agar kehidupan kita masing-masing dan dunia bisa tetap lestari.

Melalaikan hidup, mengacuhkan momen-momennya, adalah kejahatan bagi kehidupan!

Ya ALLAH, ampunilah saya yang seing gagal menjaga momen. Termasuk hari-hari ini.

Ya ALLAH, berilah saya kekuatan, untuk mengambil keputusan dan tindakan yang benar pada tiap momen. Jangan biarkan hamba-Mu yang lemah ini merusak kehidupan.

Astagfirullah...
Wallahu a’lam bis showaab.

Dan Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui

No comments:

Post a Comment